Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

The Time Traveler's Wife


Baca Bareng BBI Juni 2013 klasifikasi Romance

Judul Buku: The Time Traveler's Wife
Pengarang: Audrey Niffenegger
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Tebal: 656 hlm; 20 cm
Cetakan: 1, Mei 2007
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama







Bisakah sebuah novel romansa dihidangkan secara rumit dan berbelit namun tetap memikat? Audrey Niffenegger melakukannya dalam novel perdananya, The Time Traveler's Wife (Istri Sang Penjelajah Waktu) dengan menggabungkan dongeng cinta dan fiksi ilmiah.

Henry DeTamble yaitu sang penjelajah waktu. Ia tidak menggunakan fasilitas menyerupai mesin waktu, mesin antigravitasi, cermin antik, jam atau portal waktu. Juga tidak melaksanakan teleportasi maupun hipnosis. Henry yaitu Chrono-Displaced Person (CDP) atau seorang yang mengalami cacat krono. Kondisi ini menjadikannya secara secara tiba-tiba bisa menghilang dan terlempar ke masa kemudian atau masa depan secara acak. Tapi, kendati terlempar ke masa lalu, ia tidak dapat merubah peristiwa yang sudah terjadi. Beberapa kali ia kembali ke masa kecilnya, dikala sebelum ibunya tewas dalam suatu kecelakaan, namun ia tetap tidak dapat menghambat peristiwa yang merusak kehidupan ayahnya itu. 

Setiap kali menjelajah waktu, Henry akan mendapatkan dirinya dalam kondisi telanjang bulat. Dalam kondisi menyerupai itu, ia mesti bisa berlari cepat untuk menyelamatkan diri dan terpaksa  mencuri untuk mendapatkan busana guna menutupi ketelanjangannya.

Ketika berada di luar sana, di dalam waktu, saya bermetamorfosis model stress diriku sendiri. Aku menjadi pencuri, gelandangan, binatang yang lari dan bersembunyi. Aku mengagetkan para wanita renta dan mempesona anak-anak. Aku tipuan, delusi tingkat tinggi, begitu hebat sehingga saya sungguh-sungguh nyata. (hlm. 11)

Saat menghilang, tidak ada benda yang menempel di tubuhnya. Ia sama sekali tidak dapat menjinjing apa pun, tergolong istrinya, Clare Abshire -seorang seniwati patung kertas. 

Aku benci berada di wilayah ia tak ada, di dikala ia tak ada. Tetapi saya senantiasa pergi dan ia tak bisa menyusul. (hlm. 13)

Audrey Niffenegger memberi isyarat waktu, baik yang berlangsung secara kronologis maupun yang berantakan balau alasannya yaitu Henry sedang berpindah waktu, setiap kali Henry dan Clare bergantian menjadi narator orang pertama. Karena itu, kita bisa mengenali Henry (lahir 1963) dan Clare (lahir 1971) sedang berada pada waktu wajar jikalau Henry berumur lebih renta 8 tahun dari Clare. Tapi itu pun tidak sepenuhnya tepat, karena Henry bisa terlempar ke waktu yang berdekatan dengan waktu normalnya atau dikala ia berusia sama namun pada bulan atau ahad berbeda.
 
Pertemuan pertama Henry dengan Clare terjadi di saat Henry berumur 28 tahun dan Claire 20 tahun (26 Oktober 1991) di tempatnya melakukan pekerjaan selaku pustakawan, Perpustakaan Newberry, Chicago. Tapi Claire berjumpa pertama kali dengan Henry dikala Clare berusia 6 tahun dan Henry berumur 36 tahun, yang bermakna dalam waktu Henry, mereka sudah menikah (23 September 1977). Dilihat dari segi Clare, sebelum mereka berjumpa di Perpustakaan Newberry, mereka sudah berjumpa sebanyak 152 kali di Padang Rumput di Michigan, di mana Henry timbul dalam aneka macam model umur. Henry berjumpa dengan Clare untuk pertama kalinya pada waktu normalnya, sedangkan Clare pada waktu tidak normalnya (karena Henry sedang menjelajah waktu). Sebelum berjumpa di Perpustakaan Newberry, Clare sudah tidak berjumpa Henry selama dua tahun. Pertemuan Clare yang terakhir dengan Henry terjadi dikala Clare berumur 18 tahun dan Henry 41 tahun. Henry berumur 28 tahun yang ditemui Clare tidak mengenali jikalau pada konferensi terakhir itu mereka bercinta untuk pertama kalinya bertepatan dengan ulang tahun Clare. 

Henry yang berumur 28 tahun sama sekali tidak memedulikan Clare. Tapi tentunya Clare sungguh mengenalnya. Ia tahu Henry menyandang cacat krono dan bisa mendapatkan kondisi Henry sepenuhnya. 

Berat rasanya ditinggalkan. Aku menanti Henry, tak tahu di mana ia berada, ingin tahu apakah ia baik-baik saja. Berat rasanya menjadi orang yang mesti tinggal.  (hlm. 9)
 
Pertemuan di Perpustakaan Newberry berlanjut dengan ijab kabul dua tahun kemudian (dalam waktu normal). Bukan hal yang mudah bagi Henry untuk menghadapi hari pernikahan. Ia mesti menjalani sekitar delapan jam sarat tekanan jago yang berpeluang menjadikannya sekonyong-konyong menghilang. Dan memang, sebelum pemberkatan nikah, ia sempat menghilang beberapa kali. 
 
Meskipun Heny menyimpan kegundahan akan mempunyai anak yang mewarisi cacat krononya, setelah dua tahun pernikahan, anak menjadi tujuan hidup mereka. Tapi ternyata, Clare berkali-kali mengalami keguguran yang menghasilkan Henry kalut akan keselamatannya. Henry pun melaksanakan vasektomi. Lalu, mengapa dua tahun kemudian Clare melahirkan seorang anak perempuan? Siapa ayah Alba sebenarnya? 

Kisah kasih Henry dan Clare tidak berhenti di sini. Masih ada aneka macam anomali yang terjadi alasannya yaitu penjelajahan waktu yang dilaksanakan Henry. Masih terdapat kisah-kisah lain di seputar kehidupan mereka, dongeng para sahabat, mantan kekasih, dan keluarga yang disfungsional. Niffenegger mengindikasikan kerja keras untuk menghambat terjadinya retakan dalam rentangan kisahnya yang panjang, sehingga novel ini menjadi sungguh komplit dan terkesan berlarat-larat. Membutuhkan ketekunan yang mencukupi untuk bisa menamatkan novel ini dengan baik. Ada saatnya selama membaca saya berniat menangguhkan pembacaan namun senantiasa ada juga dorongan untuk menuntaskannya. Begitu meraih halaman terakhir, ternyata saya merasa puas dan menggemari novel ini. Secara keseluruhan, The Time Traveler's Wife  sungguh memikat, nakal, sungguh imajinatif, dan tentu saja, orisinil. 
 
Setelah membaca novel ini, saya bersyukur penjelajahan waktu hanyalah sesuatu yang fiktif dan tidak mungkin dilakukan. Karena kian usang membaca saya kian mencicipi tekanan akhir penderitaan dan ketidakbahagiaan Henry dengan kesanggupan menjelajah waktunya. Sekalipun karena kesanggupan ini, akan menetas aneka macam adegan yang memicu kelucuan dan melahirkan senyum. 

Satu hal lagi, alasannya yaitu umur dan penanda waktu dalam novel ini sungguh penting, kesalahan yang ada cukup mengganggu, Kesalahan dilaksanakan Niffenegger tentang umur Henry ketika Clare berjumpa untuk pertama kali dengannya. Seharusnya Henry berumur 36 tahun (hlm. 55), bukan 38 tahun (hlm. 183). Selain itu, ada kesalahan pada penanda waktu di halaman 530 (hanya di edisi Indonesia). Seharusnya 14 April 1990, bukan 1999. 

Yang dilarang dilupakan, The Time Traveler's Wife yaitu novel yang ditujukan untuk pembaca dewasa, sebagaimana yang disematkan di sampul belakang novel. Meskipun tidak sevulgar dan segamblang novel-novel erotika yang bermunculan dikala ini, ada adegan percintaan dan hal-hal bandel yang cuma cocok dimakan orang dewasa. 

The Time Traveler's Wife yang sudah mengungguli Exclusive Books Boeke Prize 2005 dan British Book Award for Popular Fiction 2006 sudah disesuaikan ke dalam film berjudul sama oleh sutradara Robert Schwentke (2009). Eric Bana berperan selaku Henry DeTamble dan Rachel McAdams selaku Clare Abshire. 


Henry DeTamble (Eric Bana) dan Rachel McAdams (Clare Abshire)


            
Audrey Niffenegger dilahirkan pada 13 Juni 1963 di South Haven, Michigan. Ia yaitu seorang pengarang, seniwati, dan akademisi. Sebagai pengarang, ia sudah mempublikasikan dua novel, The Time Traveler's Wife (2003) dan Her Fearful Symmetry (2009). Novel ketiganya yang sedang dalam penuntasan yaitu The Chinchilla Girl in Exile. Ia juga mempublikasikan novel grafis berjudul The Three Incestuous Sisters (2005), The Adventuress (2006), dan The Night Bookmobile (2008).